Ekonomi Indonesia Melemah, Pemerintah Lirik Uang Zakat di Baznas untuk Dipakai
17.10 |
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan
Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro menyatakan pemerintah ingin
dana zakat digunakan untuk membantu memperkuat program pemerintah dalam
mengatasi kemiskinan di Tanah Air.
“Kita ingin uang yang dikumpul di Baznas ini bisa dipakai untuk perkuat
atau masuk ke dalam program-program pengentasan kemiskinan yang sudah
dibuat oleh pemerintah,” katanya di Jakarta, Rabu (14/9/2016).
Ia mengatakan potensi dana zakat cukup besar, menyebut dana zakat yang
dihimpun oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) saja tahun lalu
mencapai Rp 4 triliun.
Program-program badan pengumpul zakat seperti Baznas, ia melanjutkan,
bisa diselaraskan atau disatukan dengan program pengurangan kemiskinan
pemerintah.
Bambang berharap nantinya Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) yang
dipimpin oleh Presiden dapat merekomendasikan sinergi program zakat
dengan program penanggulangan kemiskinan pemerintah.
“Kita mulai 2017 nanti KNKS nya kan jalan. Nah di situ nanti akan
disusun bagaimana caranya supaya zakat dengan program kemiskinan itu
nyambung,” kata Bambang.
Dalam Rencana Induk Arsitektur Keuangan Syariah Indonesia (AKSI)
diindentifikasi beberapa persoalan utama dalam pengelolaan zakat dan
perlunya memperjelas peran pemerintah, pemerintah daerah, Baznas dan
Lembaga Amil Zakat (LAZ) dalam pengelolaan zakat.